3 Jenis Pengujian Triaksial

 Uji Triaksial 

Uji triaksial sudah menjadi cara paling terkenal dan yang paling sering digunakan sekarang ini untuk mengukur kuat geser tanah. Uji ini lebih disukai baik karena alasan teoritis maupun karena dapat dipakai untuk bermacammacam pengujian. Semua jenis uji kekuatan geser dapat dilakukan dengan alat triaksial. Alat ini dapat pula dipakai untuk mengukur sifat permeabilitas atau konsolidasi.






Ada tiga jenis triaksial yang biasa digunakan, yaitu uji tak terdrainase, uji tak terkonsolidasi tak terdrainase, dan uji terdrainase.

a.      a. Uji Triaksial Unconsolidated-Undrained (tak terkonsolidasi–tak terdrainase)

Pada uji triaksial Unconsolidated-Undrained atau Quick Test (pengujian cepat), benda uji yang umumnya berupa lempung mula-mula dibebani dengan beban normal, melalui penerapan tegangan deviator sampai mencapai keruntuhan. Pada penerapan tegangan deviator selama penggeseran, air tak diizinkan keluar dari benda uji. Jadi, selama pengujian, katup drainase ditutup. Karena pada pengujian air tidak diizinkan mengalir ke luar, beban normal tidak ditransfer ke butiran tanahnya. Keadaan tanpa drainase ini menyebabkan adanya kelebihan tekanan pori (excess pore pressure) dengan tidak ada tanahan geser hasil perlawanan dari butiran tanah.




a.      b. Uji triaksial Consolidated-Undrained (terkonsolidasi–tak terdrainase)

Pada uji triaksial Consolidated-Undrained atau Consolidated Quick Test (uji terkonsolidasi cepat), benda uji mula-mula dibebani dengan tegangan sel tertentu dengan mengizinkan air mengalir ke luar benda uji sampai konsolidasi selesai. Tahap selanjutnya, tegangan deviator diterapkan dengan katup drainase dalam keadaan tertutup sampai benda uji mengalami keruntuhan. Karena katup drainase tertutup, volume benda uji tidak berubah selama penggeseran. Pada pengujian dengan cara ini, akan terjadi kelebihan tekanan air pori dalam benda uji. Pengukuran tekanan air pori dapat dilakukan selama pengujian berlangsung.




a.      c. Uji triaksial Consolidated-drained (terkonsolidasi – terdrainase)

Pada uji triaksial Consolidated – Drained, mula-mula tegangan tertentu diterapkan pada benda uji dengan katup terdrainase terbuka sampai konsolidasi selesai. Setelah itu, dengan katup drainase tetap terbuka, tegangan deviator diterapkan dengan kecepatan yang rendah sampai benda uji runtuh. Kecepatan pembebanan yang rendah dimaksudkan agar dapat menjamin tekanan air pori nol selama proses penggeseran. Pada kondisi ini seluruh tegangan selama proses pengujian tanah ditahan oleh gesekan antar butiran tanah.



Pada uji kuat geser tanah, bila terdapat air di dalam tanah, pengaruh-pengaruh seperti : jenis pengujian, permeabilitas, kadar air, akan sangat menentukan nilai-nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam (φ). Nilai-nilai kuat geser yang rendah terjadi pada pengujian dengan cara UnconsolidateUndrained. Pada tanah lempung yang jenuh air nilai sudut gesek dalam (φ) dapat mencapai nol, sehingga pada pengujian hanya diperoleh nilai kohesinya. Parameter-parameter kuat geser yang diukur dengan menggunakan ketiga cara pengujian di atas, hanya relevan untuk kasus-kasus dimana kondisi drainase di lapangan sesuai dengan kondisi drainase di laboratorium. Kuat geser tanah pada kondisi drainase terbuka (drained) tidak sama besarnya bila diuji pada kondisi tak drainase (undrained) dapat digunakan untuk kondisi pembebanan cepat pada tanah permeabilitas rendah, sebelum konsolidasi terjadi. Kondisi terdrainase (drained) dapat digunakan untuk tanah dengan permeabilitas rendah hanya sesudah konsolidasi di bawah tambahan tegangan totalnya telah betul-betul sekali. Kuat geser tanah yang berpermeabilitas rendah, secara berangsur-angsur berubah dari kuat geser undrained menjadi kuat geser drained selama kejadian kosolidasi. Pada tanah yang berpermeabilitas tinggi, kondisi terdrainase (drained) hanya relevan bila tiap tambahan tegangan yang diterapkan pada waktu singkat, diikuti oleh menghamburnya seluruh kelebihan tekanan air pori. Sehingga, tambahan tegangan secara cepat tidak mengakibatkan timbulnya kelebihan tekanan air pori dalam tanah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsolidasi Tanah (MEKANIKA TANAH 2)

Jawaban soal Mektan 2